665 Mahasiswa Unusa Jalani Program KKN di 29 Desa di Gresik

Surabaya (TintaSantri.com) – Sebanyak 665 mahasiswa Unusa mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2022 di Kabupaten Gresik. Mereka akan disebar di 29 desa di dua kecamatan, yakni Kedamean dan Driyorejo.

Pelepasan dilakukan oleh Rektor Unusa, Achmad Jazidie dan Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Gresik, Misbahul Munir, di Auditorium Kampus B Unusa Tower, Rabu lalu.

Peserta KKN dibagi menjadi 32 kelompok. Terdiri dari 31 kelompok mahasiswa reguler dan satu kelompok mahasiswa dari Bunda PAUD, didampingi oleh 62 dosen pendamping lapangan.

Dalam laporannya, Ketua KKN 2022, Nur Masruroh mengatakan, tema KKN tahun ini adalah Penguatan Masyarakat Bangkit pasca Pandemi Covid-19. Program kerja tersebut meliputi bidang Kesehatan, Penguatan Ekonomi, Pendidikan dan Teknologi.

Dalam sambutannya, Rektor berharap mahasiswa dapat berbaur dengan masyarakat untuk membangun hal-hal yang telah ditentukan dalam bidang kerja masing-masing kelompok.

“Tekad ini dibuat untuk membantu masyarakat Gresik bangkit pascapandemi Covid-19.

Sebelum terjun ke masyarakat, mahasiswa harus memiliki rasa kedekatan dengan warga agar keempat program dari KKN ini bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.

Jazidie menjelaskan di masa pandemi banyak masyarakat yang terpaksa melek teknologi, kondisi ini membuat Unusa mengajak masyarakat untuk melek teknologi.

“Terutama tentang pembelajaran jarak jauh yang dilakukan pada masa pandemi lalu, meski kini pandemi telah mereda, teknologi ini tetap digunakan untuk membantu dalam dunia pendidikan,” ujarnya.

Mahasiswa KKN Unusa juga diharapkan dapat memberikan pendampingan kepada UMKM di sana untuk mendapatkan sertifikasi halal. Dimana sertifikasi halal ini dibutuhkan oleh usaha kecil menengah untuk mendapatkannya.

“Jadi pendampingan ini dilakukan oleh mahasiswa untuk pelaku usaha kecil di sana untuk mendapatkan logo halal,” jelas Jazidie.

Masalah stunting menjadi salah satu hal yang akan menjadi sorotan mahasiswa KKN Unusa. Dengan pengalaman dua tahun menangani masalah stunting bersama Unicef, Unusa yakin bisa mengatasi masalah tersebut.

“Masalah ini menjadi masalah kita semua agar tidak ada lagi masalah stunting di desa-desa yang menjadi sasaran KKN,” jelas Jazidie.

Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Kabupaten Gresik, Misbahul Munir mengatakan masalah stunting merupakan salah satu hal yang menjadi tugas tersendiri bagi pemerintah Kabupaten. Gresik. Melalui KKN Unusa mahasiswa berharap dapat menekan jumlah bayi yang mengalami stunting.

“Jadi sosialisasi ini bisa dimulai dari ibu hamil untuk mengatasi masalah stunting yang terjadi di Kab. Gresik,” ujarnya.

Selain stunting, masalah kesehatan seperti kurangnya masyarakat di Gresik yang belum divaksinasi. “Dengan bantuan para mahasiswa ini, mereka dapat menangani masalah vaksin ini kepada masyarakat dengan pendekatan mereka sendiri,” kata Munir.

Ia juga berharap kehadiran mahasiswa di lokasi KKN dapat membantu pariwisata hingga ekonomi kreatif di Gresik. “Hal ini sejalan dengan program dari Bupati Gresik sehingga hal ini membuat kami dengan senang hati menerima mahasiswa Unusa untuk KKN di Gresik,” jelasnya. (Cara)


artikel berita ini telah tayang di Berita Jatim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *