Bupati Trenggalek: Tak Semua Kasus Narkoba Selesai dengan Hukuman Penjara

Trenggalek (TintaSantri.com) – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin meresmikan Pusat Rehabilitasi Adhyaksa. Menurutnya, tidak semua kasus penyalahgunaan narkoba diselesaikan melalui hukuman penjara.

Padahal, tambah Bupati Trenggalek, lembaga pemasyarakatan tidak menjamin bahwa korban penyalahgunaan narkoba sebenarnya tidak bisa mengulangi hal yang sama.

“Tidak semua orang yang terjerat kasus hukum akan selesai jika kemudian divonis penjara,” katanya.

Melihat kondisi tersebut, serta banyaknya narapidana di Lapas yang didominasi kasus penyalahgunaan narkoba, mendorong Korps Adhyaksa untuk menyediakan fasilitas rehabilitasi bagi para korban.

“Ada yang butuh bantuan, salah satunya pecandu narkoba yang harus direhabilitasi, kadang juga jadi korban pergaulan, nanti ada juga yang gangguan jiwa atau kesehatan jiwanya,” sambungnya.

“Jadi ya harus kita obati, jangan sampai nanti mereka jatuh, karena walaupun dipenjara lalu keluar, mereka tidak serta merta berhenti melakukan hal yang sama,” lanjut Mas Ipin.

Padahal, tambah Bupati Mas Ipin, banyak kasus pengguna narkoba yang kembali ditangkap setelah keluar dari penjara. Untuk itu, diharapkan dengan menyediakan fasilitas rehabilitasi masalah ini dapat teratasi.

“Dan saya mengapresiasi Korps Adhyaksa, mengajak pemerintah kabupaten untuk bekerjasama dalam hal ini RSUD, bersama BNNK Trenggalek, sekarang kita sudah memiliki Pusat Rehabilitasi Adhyaksa,” ujarnya. [nm/ted]


artikel berita ini telah tayang di Berita Jatim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *