Canangkan Bebas Pasung, Ini yang Dilakukan Pemkab Malang

Malang (TintaSantri.com) – Pemerintah Kabupaten Malang telah menyatakan bebas dari belenggu ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa). Acara digelar di Gedung Semeru Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Radjiman Widiodiningrat, Desa Sumberporong, Kecamatan Lawang, Senin (25/7/2022).

Pencanangan Kabupaten Malang bebas belenggu ini dihadiri oleh seluruh Ketua Forkopimda. Rombongan Forkopimda sebelumnya memeriksakan pasien gangguan jiwa di rumah warga di Desa Sumber Porong dan Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Jiwa.

Direktur RSUD Lawang, dr. Yuniar, SPKj mengatakan saat ini masalah kesehatan jiwa semakin meningkat. Dari 53 penderita gangguan jiwa atau OGJ, sekitar 15 OGJ masih dipasung. “Dalam waktu dekat kami akan melaksanakan dan membentuk tim untuk melepaskan pasung untuk ODGJ sesuai dengan konstitusi HAM. Tujuannya untuk melaksanakan rujukan OGJ yang di pasung ke RS Lawang,” kata Yuniar.

Mengenai pembiayaan penanganannya, melalui pajak pokok dan Jamkesda Kabupaten Malang. “Kami bertekad dengan Pemkab bahwa kedepannya Kabupaten Malang akan terbebas dari belenggu. ODGJ dengan gangguan ini bisa mengalami gejala yang cukup parah sehingga menyulitkan untuk melakukan aktivitas atau berinteraksi dengan orang lain, dan perlu ditangani. dengan pengobatan rutin,” jelas Yuniar.

Yuniar mengatakan, hampir 50 persen ODGJ telah dirawat dan dirawat secara intensif. “Yang terpenting perlu dukungan dari berbagai pihak untuk mempercepat pemulihan penyakit yang dialaminya. Masalah pasien ODGJ terbelenggu, kita butuh dukungan kita semua, agar Kabupaten Malang terbebas dari belenggu, dari media untuk membantu mengangkat harkat dan martabat ODGJ. Dan semoga ada langkah selanjutnya setelah kejadian hari ini dan yang terpenting kita juga membutuhkan tempat evakuasi dan rehabilitasi bagi ODGJ,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Malang HM. Sanusi memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah memberikan perhatian dan dedikasi lebih kepada saudara-saudara kita yang kurang beruntung. Dalam hal ini, mereka yang mengalami gangguan kesehatan jiwa dan belum mendapatkan penanganan yang optimal.

“Mengacu pada Sistem Informasi Pelaporan Kasus Kesehatan Jiwa di SIMKES 2022 Kabupaten Malang, saat ini jumlah kasus gangguan jiwa sebanyak 8.335 kasus atau 6,7% dari perkiraan 6,8 persen,” kata Sanusi.

Sanusi menjelaskan, pada kategori Depresi terdapat 8.307 kasus atau 10,1% dari perkiraan 4,5%, pada kategori ODGJ jumlah kasus sebanyak 4.970 orang atau 99,2% dari perkiraan 4.978 kasus.

“Oleh karena itu, jika data di atas persentase, jumlah pasien ODGJ mencapai 0,19 persen dari total penduduk usia produktif di Kabupaten Malang. Hari ini, Pemkab Malang membebaskan pasung ODGJ dan menyerahkannya ke Rumah Sakit Jiwa, dr Radjiman Wediodiningrat. mendapatkan penanganan yang tepat,” kata Sanusi.

Sebagai upaya rujukan, lanjutnya, diharapkan perawatan dan pengobatan agar seluruh ODGJ bisa sembuh dan kembali ke keluarga dan masyarakatnya.

“Deklarasi Tebar Gratis oleh Pemerintah Kabupaten Malang, guna meminimalisir terjadinya belenggu bagi warga yang mengalami gangguan jiwa oleh keluarganya. Data dari RSUD Lawang, saat ini ada 12 warga yang terbelenggu yang tersebar di beberapa kecamatan. , selama ini mereka belum mendapat belenggu dari keluarganya,” pungkas Sanusi. [yog/suf]


artikel berita ini telah tayang di Berita Jatim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *