Darurat Kekerasan Seksual, Polres Ngawi Buka Hotline Khusus Pengaduan Pencabulan

Ikan (TintaSantri.com) – Kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur tidak hanya dilakukan oleh JI (46), warga Kabupaten/Kabupaten Ngawi. Sebelumnya, ada sekitar enam kasus yang semuanya ditangani oleh kepolisian setempat. Namun, hal itu menunjukkan bahwa Ngawi adalah darurat untuk kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur.

Kapolres Ngawi Dwiasi Wiyatputera mengungkapkan, saat melihat kasus JI, dukun cabul, pihaknya berinisiatif membuka hotline pengaduan kekerasan seksual nomor 085161847080. Selain menerima pengaduan dari warga yang merasa menjadi korban dukun cabul. , hotline juga dibuka untuk korban kekerasan seksual lainnya.

“Oleh karena itu, kami membuka hotline pengaduan agar korban takut melapor. Kami berharap warga tidak mengalami kesulitan dan tidak malu melaporkan kekerasan seksual ke polisi,” kata Dwiasi.

Ia juga menyebutkan korban JI diperkirakan lebih dari 30 orang, dan hanya satu korban yang melapor ke polisi. Ia berharap agar korban lainnya tidak takut melapor. Dia menjamin polisi akan mengusut tuntas kasus kekerasan seksual. “Kami menjamin penyidik ​​kami profesional, sehingga kami berharap korban bisa melapor tanpa ragu, malu, atau takut,” katanya.

Sebagai informasi, seorang pria yang mengaku sebagai dukun ditangkap oleh Polsek Ngawi setelah mencabuli salah satu anak di bawah umur di Ngawi. Ini JI (46), warga Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Dia mencabuli seorang anak berusia 17 tahun selama dua tahun sampai sekarang pada usia 19 dia hamil 5 bulan.

Kapolres Ngawi, AKBP Dwiasi Wiyatputera mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan, pelaku melakukan perbuatan cabul terhadap korban mulai Februari 2020. Berawal saat keduanya berkenalan karena orang tua korban mengenal pelaku. Orang tua korban sering meminta bantuan untuk melakukan pengobatan alternatif, ayah korban juga berangsur-angsur sembuh dari penyakitnya. (fiq/kun)


artikel berita ini telah tayang di Berita Jatim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *