Gelapkan Uang Perumahan Ratusan Juta, Pria Asal Jember Ditangkap Polres Lamongan

Lamongan (TintaSantri.com) – Seorang pria asal Jember, ditangkap Polres Lamongan karena menggelapkan uang ratusan juta dari puluhan calon nasabah di sebuah perusahaan perumahan di Lamongan.

Pelaku, Rony Tri Harmoko, merupakan marketing perumahan PT. Zamrud Residence yang membangun 325 unit rumah subsidi. Namun karena melakukan serangkaian penipuan dan penggelapan terhadap puluhan pelanggannya, Rony akhirnya menjadi buronan dan ditangkap.

“Pelaku sudah ditangkap dan kini ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kasubag Humas Polres Lamongan, Ipda Anton Krisbiantoro saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (27/7/2022).

Mengenai penangkapan awal para pelaku, Anton menjelaskan hal itu berdasarkan laporan dari para korban yang merupakan pelanggannya. Para korban merasa dirugikan karena uang yang disetorkan kepada pelaku untuk pembayaran rumah tidak diserahkan kepada PT.

Korban curiga terhadap pelaku karena janji yang dibuat pelaku belum terpenuhi. Apalagi, saat korban mencoba menghubungi pelaku lewat ponselnya, tak kunjung berhasil.

Mengetahui hal ini, pelanggan ini hanya dapat yakin bahwa mereka ditipu. Para korban yang khawatir akhirnya terus menanyakan tempat kerja pelaku.

Dari situ terungkap bahwa kuitansi yang diberikan kepada para korban bukanlah kuitansi resmi dari kontraktor perumahan. “Ya, kuitansi itu dijual di pasar. Itu bukan kuitansi resmi tempat pelaku bekerja,” kata Anton.

Pelanggan atau konsumen yang kesal dengan tindakan pelaku juga sempat mengunggah foto pelaku di media sosial. Hal ini dimaksudkan agar mereka bisa segera mengendus jejak pemasaran yang tega menipu mereka.

Diketahui, pelaku yang bekerja sebagai marketing perumahan selama setahun terakhir setidaknya menggelapkan uang nasabah senilai Rp 500 juta, dari 10 korban. “Korban tergiur dengan rayuan pelaku. Berbagai alasan diberikan untuk meyakinkan para korban. Ada sekitar 10 korban yang melapor, dengan kerugian hampir Rp 500 juta,” kata Anton.

Lebih detail, kata Anton, uang yang digelapkan pelaku rata-rata adalah uang muka atau down payment. Akibat perbuatannya, kata Anton, pelaku dipecat dari perusahaannya.

“Uang yang didapat dari para korban tidak dibayarkan kepada PT yang membangun perumahan, tetapi digunakan untuk keperluan pribadi dan boros oleh pelaku. Pelaku dipecat dari PT Zamrud Residence terhitung sejak 22 Juli 2022,” katanya.

Saat ini, kata Anton, kasus ini ditangani Unit 1 Bareskrim Polres Lamongan. Para pelaku yang diketahui jejaknya telah ditangkap dari tempat persembunyiannya. “Polisi sedang mengembangkan penyelidikan. Apakah ada kemungkinan keterlibatan pihak lain atau kemungkinan terkait kasus penipuan dan penggelapan ini,” pungkasnya..[riq/kun]


artikel berita ini telah tayang di Berita Jatim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *