Ikan Pari Manta Karang Mati di Perairan Lamongan, Kepala BPSPL Denpasar Angkat Bicara

Lamongan (TintaSantri.com) – Dengan adanya ikan pari manta berukuran besar yang mati dan tertangkap jaring kapal nelayan Paciran, Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, Ditjen Penataan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI angkat bicara.

Kepala BPSPL Denpasar, Permana Yudiarso membenarkan bahwa pari manta berukuran sekitar 5 meter yang mati itu berada di wilayah kerjanya, yang meliputi provinsi Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.

Saat dikonfirmasi, kata Permana, ikan pari ini merupakan jenis pari manta karang atau disebut juga manta alfredi. Ikan pari ini biasanya hidup di perairan yang kaya plankton, kemudian berkumpul untuk makan, berkembang biak, dan membersihkan diri.

Karena itu, kata Permana, ada dugaan pari manta ini bisa berenang di perairan laut utara Jawa.

Pari manta karang mati tertangkap di jaring nelayan Paciran Lamongan, Sabtu (23/7/2022).

“Perairan di Laut Jawa Utara adalah perairan yang dangkal. Memang benar ikan pari manta jenis ini jarang ditemukan di perairan tersebut. Biasanya bisa ditemukan di perairan dalam yang banyak terdapat terumbu karang. Jadi kemungkinan pari manta ini mengejar makanan atau mencari plankton,” jelasnya.

Selain mengejar makanan, kata Permana, dugaan lain pari manta ini bisa sampai ke perairan utara Jawa karena tersapu gelombang tinggi akibat cuaca ekstrem yang melanda beberapa hari terakhir. Bahkan bisa juga karena perubahan laut yang disebabkan oleh kenaikan suhu dan pengasaman laut.

“Pari manta juga sangat sensitif terhadap kebisingan dan bentuk gangguan lainnya,” tambahnya.

Lebih lanjut, saat ditanya apakah pari manta karang ini mati karena pencemaran dan pencemaran laut, Permana menjawab pihaknya belum bisa memastikan.

“Kami belum memastikan apakah itu karena pencemaran laut atau tidak, karena forensik harus diambil terlebih dahulu. Selain itu, bangkai telah dibawa oleh nelayan ke TPI untuk dijual. Oleh karena itu, tetap penting bagi kita untuk melakukan sosialisasi kepada para nelayan,” jelasnya.

Menurut Permana, ikan pari ini tergolong rentan, sehingga Pemerintah menetapkan dua jenis ikan pari manta sebagai ikan yang dilindungi berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penetapan Status Perlindungan Penuh Manta. sinar.

Kedua jenis ikan pari manta karang (Manta alfredi) dan ikan pari laut (Manta birostris) tersebut ditetapkan berdasarkan kriteria jenis ikan yang dilindungi sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2007 tentang Konservasi Sumber Daya Ikan.

“Populasi pari manta ini rentan dan terancam punah, termasuk dalam kategori biota langka, dan wilayah persebarannya terbatas (endemik), serta tingkat kemampuan reproduksinya juga rendah. Belum lagi masalah berbagai tekanan penangkapan,” jelasnya.

Tidak cukup, Permana juga menjelaskan, ancaman utama kepunahan pari manta juga karena meningkatnya permintaan pelat insang manta dari China, karena para pedagang percaya bahwa insang pari manta adalah bahan untuk obat-obatan yang berkhasiat. [riq/but]


artikel berita ini telah tayang di Berita Jatim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *