Kader Surabaya Hebat Dimarahi Saat Tugas, Wali Kota Eri: Laporkan Lurah dan Puskesmas

Surabaya (TintaSantri.com) – Walikota Surabaya Eri Cahyadi saat Ngobrol Santai (Ngobras) dengan Kader Surabaya Hebat (KSH) mendapat kecaman soal penolakan kader saat akan memeriksa jentik nyamuk demam berdarah dengue (DBD) di salah satu rumah warga .

Salah satunya KSH dari Desa Krembangan Selatan, RW 8, Marzuni yang mengeluhkan penolakan salah satu warga saat memeriksa jentik nyamuk. Marzuni mengaku meski dilengkapi dengan atribut rompi KSH resmi dari Pemerintah Kota (Pemkot), ada beberapa warga yang tidak yakin.

“Saya sudah pakai rompi dan seragam keplek. Saya bahkan meminta seorang pensiunan polisi untuk percaya, tapi warga tidak percaya. Saya juga sudah lapor ke koordinator kelurahan, minta solusi kalau ada warga yang tidak mau diperiksa,” kata Marzuni yang disambut gelak tawa Walikota Eri dan sorak sorai KSH lainnya saat membahas soal uang, disusul 1.855 KSH. dari Krembangan dan Cantian Bea Cukai di Gedung Rapat Barunawati, Selasa (27/7/202).

Menanggapi permasalahan tersebut, Eri langsung memberikan solusi terkait permasalahan tersebut. Eri mengaku tidak rela jika ada Kader Hebat Surabaya yang dimarahi warga dan mengalami hal yang sama.

Tentu, jika itu terjadi, aparat kelurahan dan puskesmas harus turun tangan membantu KSH yang kesulitan. Mengetahui hal tersebut, tentu dia tidak rela jika KSH yang membantu Pemkot Surabaya dimarahi warga saat bertugas mendata.

“Kalau ketemu orang yang tidak mau didata seperti itu, ya sudahlah. Laporkan ke Pak Lurah, biar saya turun dengan petugas puskesmas. Penjenangan membantu pemerintah memberikan informasi, tapi saya tidak mau. Panjenengan jadi uwong (dimarahi orang) gitu,” kata Eri.

Eri juga meminta maaf kepada KSH yang hadir di Gedung Rapat Barunawati, khususnya kepada Marzuni karena mengalami hal tersebut. Eri juga berpesan kepada seluruh KSH agar tidak segan-segan melapor ke kepala desa atau camat apabila mengalami kendala di lapangan saat pendataan. “Kalau ada orang yang menolak ya tidak apa-apa bu (ya bu), biarlah, nanti tugas kita turun dan menjelaskan ke warga. Saya minta maaf (maaf),” tutupnya. Eri.[asg/kun]


artikel berita ini telah tayang di Berita Jatim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *