Kejari Sumenep Kembangkan Penyidikan, Bidik Kemungkinan Tersangka Baru

Sumenep (TintaSantri.com) – Tim penyidik ​​Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep terus mengembangkan penyidikan terkait kasus dugaan korupsi berupa kredit fiktif yang dilakukan tersangka AI, pegawai aktif bank negara.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumenep, Trimo menjelaskan, pada prinsipnya penyidikan dilakukan untuk memperjelas suatu kasus. Dalam kasus dugaan korupsi di salah satu bank pemerintah ini, penyidik ​​masih mengembangkan penyidikan, dengan mengumpulkan barang bukti.

“Barang bukti itu bisa berupa keterangan saksi termasuk saksi ahli, keterangan tersangka, serta petunjuk, dan barang bukti. Nanti penyidik ​​akan mengolah data dan mengolahnya secara objektif, profesional dan proporsional, untuk melihat apakah ada keterlibatan pihak lain dalam kasus ini,” ujarnya, Kamis (21/7/2022).

AI (31) perempuan pegawai bank pemerintah resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi permohonan kredit fiktif. Tersangka diduga menyalahgunakan wewenangnya sebagai pejabat bank milik negara untuk mengajukan kredit usaha rakyat atas nama UMKM.

Ada 23 pelaku UMKM di Kabupaten Sumenep yang namanya dipakai AI. Dana kredit tersebut dikelola sendiri oleh tersangka untuk kepentingan pribadinya. Tindak pidana ini dilakukan tersangka sejak tahun 2016 – 2018. “Kasus ini terungkap ketika ada laporan dari seorang pemilik UMKM yang merasa belum pernah mengajukan kredit, namun namanya tercatat sebagai pemohon kredit di bank,” jelas Trimo.

Tersangka AI ditahan di Rutan Klas IIB Sumenep dengan status dititipkan ke kejaksaan. Penahanan tersangka AI dilakukan selama 20 hari, terhitung sejak 20 Juli hingga 8 Agustus 2022.

“Tersangka ditahan dengan pertimbangan yang obyektif, yaitu berdasarkan pasal yang disangkakan, Pasal 2 ayat (1) UU Tindak Pidana Korupsi, Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2021 dengan ancaman paling lama lima tahun penjara. penjara,” pungkasnya. [tem/suf]


artikel berita ini telah tayang di Berita Jatim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *