Kekerasan Seksual Pada Anak di Kabupaten Malang Masih Tinggi

Malang (TintaSantri.com) – Kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur masih cukup tinggi. Di tengah peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2022 di Aula Pemerintah Kabupaten Malang, Jalan Raya Panji, Kepanjen, Sabtu (23/7/2022), peran serta orang tua menjadi hal utama dalam pemberantasan tindak pidana asusila yang membuat korban anak di bawah umur menderita. . trauma berkepanjangan.

Data Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang, kasus kekerasan seksual dengan korban anak di bawah umur cukup tinggi pada tahun 2022. Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan tahun 2021.

“Peran orang tua, lingkungan, dan masyarakat harus benar-benar dimaksimalkan untuk melindungi anak sebagai generasi bangsa ini,” ujar Kanit UPPA Satreskrim Polres Malang, Aiptu Erleha BR. Maha, Sabtu (23/7/2022) sore usai menjadi pembicara pada Hari Anak Nasional Kabupaten Malang.

Menurut Erleha, sejak Januari hingga Juli 2022, pihaknya telah menangani 132 kasus terkait UPPA. Dari jumlah tersebut, 40 kasus merupakan kasus kekerasan seksual. Dimana 35 kasus merupakan kasus kekerasan seksual dengan korban di bawah umur.

“Dari 134 kasus tersebut, terdapat 5 kasus yang pelakunya adalah anak-anak. Kemudian 35 anak menjadi korban kekerasan seksual. Sedangkan 11 orang merupakan tersangka seksual yang memiliki latar belakang dekat dengan korban. Bisa saudara, paman, ayah tiri. Artinya bahwa kasus kekerasan seksual terhadap anak masih bisa meningkat hingga akhir tahun ini,” kata Erleha.

Erleha menegaskan peningkatan kasus kekerasan seksual mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2021. “Pada tahun 2021 hanya akan ada 65 kasus kekerasan seksual dengan 8 pelaku merupakan orang terdekat. Kasus seksual dengan korban anak dan pelaku yang paling dekat dengan mereka karena keluarga tidak utuh. Bisa jadi karena broken home, keluarganya bekerja sebagai buruh migran. Dan faktor lainnya adalah anak-anak biasanya diasuh bukan oleh orang tuanya sendiri, tetapi oleh kerabat dekatnya,” kata Erleha.

Erleha menambahkan, sejauh ini UPPA Satreskrim Polres Malang gencar melakukan sosialisasi sejumlah kasus seksual. Baik itu di sekolah, lembaga dan juga pesantren. “Kami jemput bola untuk melakukan sosialisasi pencegahan di sejumlah pondok pesantren, hal ini untuk menekan kasus tindak pidana maksiat,” pungkas Erleha. [yog/suf]


artikel berita ini telah tayang di Berita Jatim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *