Kuras Isi Rumah dan Bobol Tabungan Puluhan Juta di ATM, Pemuda di Lamongan Ini Dibekuk Polisi

Lamongan (TintaSantri.com) – Bareskrim Polres Lamongan berhasil menangkap seorang pemuda yang nekat menguras tabungan puluhan juta dari korbannya. Pelakunya adalah Muhammad Yayak (26), pemuda asal Desa Botoputih, Kecamatan Tikung, Lamongan. Ia ditangkap di rumah kosnya di lingkungan Ngaglik, Desa Sukorejo, Kabupaten Lamongan.

Sedangkan korban adalah Zuhrotul Mushonifah (50), di Jalan Sunan Giri Gang Pusaka, Desa Sukorejo Lamongan. “Kejadian ini terjadi pada Rabu (27/7/2022). Pelaku ditangkap oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Lamongan setelah menguras dua tabungan korbannya sebesar Rp 21,5 juta. Dia ditangkap di rumah kosnya pada Sabtu (30/7/2022), sekitar pukul 22.34 WIB,” kata Kabag Humas Polres Lamongan, Ipda Anton Krisbiantoro, Minggu (30/7/2022).

Mengenai kronologisnya, Anton menjelaskan, sebelum melakukan pencurian, ternyata pelaku sudah memetakan rumah korban yang menjadi sasarannya. Ingat, rumah korban juga tidak jauh dari rumah kosnya.

Setelah memahami peta tersebut, tambah Anton, pelaku kemudian memutuskan untuk masuk ke rumah korban pada pagi hari saat pemilik rumah sedang keluar untuk mengikuti salat subuh di masjid setempat.

Setelah berhasil membobol rumah korban, pelaku langsung bergegas menguras isi rumah, mulai dari handphone anak korban, 1 KTP korban, 1 SIM A dan SIM C atas nama pelapor, token listrik. kartu, dan 2 ATM dari dua bank yang berbeda atas nama korban. .

Setelah puas melakukan aksinya, pelaku langsung kabur dan membawa kabur barang curian tersebut. “Saat korban pulang dari masjid, korban mendapati kondisi rumahnya sudah berantakan. korban baru sadar rumahnya dibobol maling,” kata Anton.

Tak hanya itu, lanjut Anton, korban yang panik juga berusaha mengecek dompet yang disimpannya di tas beserta surat-surat berharganya. Sayangnya, semua barang tersebut dicuri oleh para pelaku. “Satu STNK S 1068 JV dan uang tunai Rp 2 juta juga disita pelaku,” tambah Anton.

Tak tanggung-tanggung, aksi para pelaku terbilang cukup sigap. Pasalnya, setelah pindah dari rumah korban, pelaku juga langsung menguras tabungan korban di dua bank yang berbeda. “Korban yang membuka rekening M-banking Bank Mandiri dan Bank BNI melalui ponsel, ternyata juga mengetahui bahwa uang tersebut telah ditarik tunai. Bank Mandiri senilai Rp 9,5 juta dan Bank BNI Rp 8 juta,” jelas Anton.

Kejadian yang menimpa korban langsung dilaporkan ke polisi. Berbekal laporan tersebut, polisi langsung bergerak cepat dan berhasil mengendus jejak pelaku. “Pelaku ditangkap bersama sejumlah barang bukti. Dia ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan,” kata Anton .

Barang bukti tersebut berupa uang tunai sebesar Rp. 18.356.000, dua dompet coklat, satu jaket hitam, dua kartu ATM Bank Mandiri warna silver, satu kartu ATM Bank BNI warna hijau, 1 SIM A dan SIM C, nomor STNK mobil Nissan Juke S 1068 JV, dan satu kartu token listrik milik korban.

“Penyidik ​​masih mengembangkan penyidikan, kemungkinan ada kemungkinan tersangka melakukan perbuatan serupa di tempat lain. Tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan,” pungkasnya..[riq/kun]


artikel berita ini telah tayang di Berita Jatim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *