Miliki Perjuangan Hidup yang Tragis, Kisah Laura Anna akan Diangkat Menjadi Film

Surabaya (TintaSantri.com) – Ingat Laura Anna? Seorang influencer yang memiliki kisah tragis dan berakhir dengan nafas terakhirnya pada 15 Desember 2021. Banyak orang merasa kehilangan atas kepergiannya. Sosoknya yang selalu ceria membuat keluarga, teman, atau penggemarnya sangat sedih.

Meski telah tiada, Laura Anna tampaknya ingin terus menebarkan semangat dan aura positifnya, meski kisah perjuangannya ini rencananya akan dikenang sebagai sebuah film. Ya, pendiri MD Entertainment, Manoj Punjabi, diketahui pernah bertemu dengan keluarga Laura, yakni ibunya Amelia Edelenyi dan adiknya Greta Irene.

Produser film asal India itu rupanya berniat untuk membuat kisah Laura Anna menjadi sebuah film. Hal tersebut dibuktikan dengan foto yang diunggah di akun Instagram Manoj Punjabi yang memperlihatkan Greta Irene menandatangani selembar kertas yang diduga merupakan kontrak kerja sama.

Produser film KKN Desa Penari itu pun mengaku berterima kasih kepada keluarga Laura karena telah berbagi cerita yang begitu menginspirasi.

“Terima kasih telah berbagi kisah inspiratif Anda, mari kita lanjutkan semangat Laura bersama!” tulisnya di caption.

Selain keluarga, hadir pula teman dekat Laura, antara lain Ridho Dwi Putra, Lula Lahfah, Daffa Leonard, dan Rinov Fajar.

Tak hanya itu, unggahan Greta Irene pun rupanya menjadi pendukung. Ia juga membagikan foto serupa. Dalam keterangannya, ia berterima kasih kepada Manoj Punjabi atas undangannya dan ingin semangat Laura terus hidup.

“Terima kasih telah menerima kami! Itu suatu kehormatan. Mari kita jaga semangatnya tetap hidup.”

Kabar ini tentu saja menjadi trending, netizen membanjiri kolom komentar dengan dukungan penuh.

“Fix bakal nangis banget,” komentar salah satu netizen

“Saya kira akan lebih rusak dari KKN Kampung Penari,” sambung yang lain.

Sebagai informasi, kisah tragis Laura bermula saat ia menjalin asmara dengan Gaga Muhammad. Sayangnya, mereka mengalami kecelakaan mobil pada Desember 2019, insiden itu membuat Laura Anna mengalami cedera tulang belakang yang mengakibatkan kelumpuhan. Kehidupan Laura berubah, seolah-olah dia menjalani kehidupan yang menyedihkan.

Namun Laura tak lantas berlarut-larut dalam kesedihan, ia berusaha bangkit dan ceria seperti dulu. Sayangnya, di tengah perjuangan Laura untuk pulih, Gaga Muhammad dituding lari dari tanggung jawab dan meninggalkan Laura Anna.

Anehnya, wanita kelahiran 20 September itu meninggal dalam usia 21 tahun, di tengah upayanya menempuh jalur hukum untuk menggugat Gaga Muhammad.

Meski sudah tiada, keluarga Laura terus berjuang. Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur pun menjatuhkan vonis bersalah kepada pemilik nama asli Gaung Sabda Alam Muhammad pada Januari lalu. Sebagai terdakwa dalam kasus kecelakaan lalu lintas, Gaga Muhammad divonis 4 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp. 10 juta.

Sebelum meninggal, Laura Anna telah merilis sebuah buku berjudul Mantra. Buku tersebut berisi kalimat-kalimat inspiratif yang ia ambil dari perjalanan hidupnya sendiri. Melalui buku tersebut, Laura ingin berbagi mantra atau kata-kata yang memberinya kekuatan dan membantunya bertahan sejauh ini. (mnd/ian)


artikel berita ini telah tayang di Berita Jatim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *