Oknum Satpol PP dan Bandar Dilepas Polsek, BNNP Jatim Sebut Pengajuan Rehab dari Penyidik

Surabaya (TintaSantri.com) – YHS, anggota Satpol PP Provinsi Jawa Timur yang bertugas di RS Paru Karang Tembok, ditangkap bersama IGD yang merupakan pemasok narkotika. Keduanya kini menjalani rehabilitasi di RS Menur Surabaya, meski YHS sudah tiga kali terlibat kasus narkotika dan UGD merupakan residivis yang ditangkap pada 2011 di terminal Kenjeran.

Ditemukan TintaSantri.com di ruangannya, Dr Poerwanto, Associate Counselor of Associate Experts yang menangani rehabilitasi di Badan Narkotika Nasional (BNNP) Provinsi Jawa Timur mengatakan, ada aturan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan rehabilitasi. Menurutnya, program rehabilitasi hanya digunakan untuk pecandu dan tidak lebih dari dua kali.

“Yang direhabilitasi hanya penyalahguna dan pecandu. Bukan kurir dan pengedarnya, kalau dua-duanya akan divonis penjara. bahkan jika rehab adalah pengguna yang juga menggunakannya. Itupun mereka sedang direhabilitasi di Lapas karena sekarang anggaran untuk rehabilitasi di Lapas sudah dianggarkan,” kata pria 54 tahun itu, Jumat (22/7/2022).

Ia menambahkan, batasan alat bukti untuk mengajukan rehabilitasi telah diatur dalam Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 04 Tahun 2010. Selain itu, penyalahguna narkotika yang direhabilitasi harus dibuktikan tidak terlibat jaringan narkotika.

“Batas BB mengikuti edaran MA. sabu itu 1 gram ekstasi 8 butir ganja 5 gram. Sebenarnya penggunaan pasal itu sendiri terdengar. Tapi batasan ini memudahkan tersangka untuk tidak menuntut barang bukti yang ditemukan. dalam klaim penggunaan pribadi,” katanya.

Ditanya soal ED yang merupakan residivis dan sudah menjalani hukuman 8 tahun penjara, Poerwanto mengatakan, kasus tersebut harus diperiksa terlebih dahulu. Apakah dia hanya menjual atau menjual dan menggunakan.

“Penjual tidak bisa, tapi kalau jual dan pengguna bisa direhabilitasi, tapi proses hukum tetap berjalan dan direhabilitasi di Lapas,” pungkas Poerwanto.

Perlu diketahui, YHS, anggota Satpol PP Jatim yang bertugas di RS Paru-Paru, Jalan Karang Tembok dibebaskan oleh Bareskrim Polres Semampir setelah kedapatan memiliki sabu. Dari data yang dihimpun beritajatim, YHS ditangkap sebanyak tiga kali karena kedapatan memiliki dan mengonsumsi sabu.

Dari sumber yang tidak mau disebutkan namanya, oknum Satpol PP ini ditangkap bersama barang bukti 2 kantong sabu pada 12 Juli 2022. Saat itu 3 anggota Satuan Reserse Kriminal Polres Semampir yang dipimpin Panit Saiful menangkap YHS setelah membeli dari dealer, ED, warga Jl Bulak Rukem. Belakangan diketahui, Ed juga ditangkap setelah dibujuk YHS yang mengaku akan membayar utang sebesar Rp. 150.000.

“YHS sudah tiga kali ditangkap karena kasus metamfetamin. Dua kali di antaranya ditangkap Polsek Semampir. Yang terakhir kemarin diberitahu bahwa dia membayar Rp 35 juta, ”kata sumber yang meminta anonimitas.

Namun, meski sudah tiga kali ditangkap, YHS selalu bebas dari sel penjara. Saat ini YHS dan UGD menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Jiwa Menur. (ang/ted)


artikel berita ini telah tayang di Berita Jatim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *