Oknum Wartawan di Jombang Rekam Anak Tiri saat Mandi, Lalu…

Jombang (TintaSantri.com) – BWD (51) warga Kecamatan Sumobito ditangkap Polres Jombang. Wartawan lokal ini diduga kuat telah mencabuli anak tirinya, sebut saja X (13). Tak hanya itu, BWD juga sempat merekam sang anak saat sedang mandi.

Percabulan yang dilakukan oleh BWD berlangsung selama 4 tahun, dari 2014 hingga 2018. Karena ancaman terus-menerus, X akhirnya tidak kuat. Ia menceritakan musibah yang dialaminya kepada ibunya, SU. Betapa terkejutnya SU mendengar cerita itu. Karena tidak terima, SU melaporkan kasus tersebut ke Polsek Jombang.

“Setelah menerima laporan itu, kami kemudian melakukan penyelidikan dan penyelidikan. Setelah bukti yang kuat, kami menangkap orang yang bersangkutan. Kami sudah mengamankannya di Polres Jombang,” kata Kepala Bareskrim Polres Jombang, AKP Giadi Nugraha, Jumat (22/7/2022).

Giadi menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan, BWD mengaku telah melakukan pelecehan seksual terhadap anaknya sebanyak empat kali. Yakni dari tahun 2014 hingga 2018 dengan waktu yang berbeda. “Dari korban berusia 6 sampai 10 tahun,” kata Giadi sambil menunjukkan sejumlah barang bukti.

Di sela-sela, BWD juga sering merekam anak tirinya saat mandi. Akhirnya pada Mei 2022, pelaku mengirimkan pesan cabul ke ponsel korban melalui email Ada apa. Sejak saat itu, korban takut pulang. Ia baru berani pulang saat ibunya sudah pulang kerja.

Karena tidak tahan, korban akhirnya menceritakan apa yang terjadi pada ibunya. Giadi mengungkapkan selama ini dia tinggal serumah dengan ayah tiri dan ibu tirinya. Tapi dari pagi hingga sore, ibunya bekerja di pabrik. Praktis, pelaku dan korban sering sendirian di rumah.

Padahal, justru itulah yang digunakan BWD untuk mengelabui para pelaku. Kemudian pada malam hari, ketiganya juga tidur di ranjang yang sama. Namun karena lelah setelah bekerja, SU sering tertidur. Kesempatan ini juga dimanfaatkan BWD untuk menganiaya anaknya.

Selain menangkap pelaku, lanjut Giadi, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Diantaranya, celana pendek biru milik korban, baju lengan pendek bergambar boneka, dan telepon genggam. Selain itu, polisi juga menemukan dua kartu pers milik korban.

“Atas perbuatannya, BWD dijerat dengan Pasal 82 ayat (1) dan (2) UURI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2016. 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancamannya pidana penjara paling lama 15 tahun dan paling singkat 5 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar ditambah sepertiga dari ancaman pidana,” katanya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Jombang Sutono Abdillah mendukung polisi untuk memberikan hukuman yang setimpal kepada wartawan yang melakukan tindak pidana. Ia juga menegaskan BWD bukan anggota PWI Kabupaten Jombang.

“Tidak ada anggota PWI Jombang yang berinisial BWD. Oleh karena itu, kami meminta polisi untuk memberikan hukuman sesuai hukum. Biar jadi efek jera. Tidak ada seorang pun di atas hukum. Apalagi kasus ini bisa merusak citra profesi jurnalis,” pungkas Sutono. [suf]


artikel berita ini telah tayang di Berita Jatim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *