Pascasarjana Unesa Gelar Pelatihan Penyusunan Soal Literasi dan Numerasi Guru SD

Mojokerto (TintaSantri.com) – Program Doktor Pendidikan Dasar, Pascasarjana, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyelenggarakan pelatihan penyusunan soal literasi dan numerasi bagi 54 guru Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Mojokerto. Pelatihan dilaksanakan di Ruang Rapat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mojokerto pada Kamis, 21 Juli 2022.

Ada empat pembicara dengan sesi yang berbeda. Yang pertama adalah Suryanti, Ketua Program Doktor Pendidikan Dasar, Pascasarjana, Unesa yang menjelaskan tentang literasi secara umum dan Kurikulum Mandiri. Kedua, Neni Mariana Dosen Unesa yang menjelaskan tentang penyusunan soal numerasi. Ketiga adalah Nadia Lutfi Choirunnisa, Dosen Unesa yang menjelaskan tips mempersiapkan literasi dalam lima menit. Terakhir, Ganes Gunansyah yang menjelaskan tentang literasi lingkungan.

“Tujuan dari pelatihan terkait literasi dan Kurikulum Mandiri ini untuk memperkuat pemahaman terkait Kurikulum Mandiri, serta memperkuat pengetahuan kompetensi literasi dan numerasi dalam pembelajaran dan penilaian peningkatan wawasan alam,” ujar Suryanti kepada TintaSantri.com, Kamis (21/7/2022).

Kemudian, Neni Mariana menjelaskan bahwa penyusunan soal numerasi meliputi simbol, variasi bentuk, dan pengambilan keputusan. Untuk simbol, yaitu menggunakan ragam bilangan dan simbol yang berhubungan dengan matematika dasar untuk menyelesaikan masalah praktis dalam berbagai konteks kehidupan sehari-hari.

“Kemudian, variasi bentuk berarti menganalisis informasi yang ditampilkan dalam berbagai bentuk (grafik, tabel, bagan. Untuk pengambilan keputusan, menggunakan interpretasi hasil analisis untuk memprediksi dan mengambil keputusan,” kata Neni.

Kemudian, Nadia mengungkapkan bahwa guru harus selalu mengembangkan kompetensinya. Tidak sulit untuk mengembangkan pertanyaan literasi.

“Ada 4 langkah yang bisa dilakukan yaitu mencari kata kunci dalam hasil pembelajaran, menentukan tujuan pembelajaran, mencari informasi teks berita dan fakta/data yang relevan terkait dengan kata kunci/topik yang dipilih, terakhir mengembangkan pertanyaan,” jelas Nadia.

Terakhir, Ganes memberikan penjelasan mengenai literasi lingkungan kritis untuk pembelajaran IPS di sekolah dasar. Soal yang diberikan juga bermacam-macam.

“Pertanyaan tingkat tinggi yang mendorong untuk mengamati, mencoba, menyelidiki, imajinatif yang mendorong untuk berimajinasi, terbuka yang mendorong untuk menemukan lebih dari satu jawaban yang benar,” kata Ganes.

Setelah menyampaikan materi, peserta berlatih secara berkelompok untuk menyiapkan soal literasi dan numerasi. Kemudian hasilnya dipresentasikan dan mendapatkan feedback dari para pembicara.

Para peserta memberikan sambutan yang hangat. Salah satunya adalah Yudi Harianto, guru di SDN Sumberkambang. Ia akhirnya bisa benar-benar paham terkait penyusunan soal literasi dan numerasi. Karena referensinya masih belum mudah dipahami. Ia berharap ke depan waktu pelatihan bisa ditambah. “Kami terbantu dengan adanya pelatihan ini,” ujarnya.

“Alhamdulillah saya terinspirasi, karena biasanya ketika saya memberikan bacaan kepada anak-anak, mereka tidak begitu mendalami apa yang mereka pahami dari bacaan tersebut,” jelas Iswati, guru di SDN Watukenongo 2 [fiq/but]


artikel berita ini telah tayang di Berita Jatim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *