Penyakit Baru! WHO Umumakan Cacar Monyet Jadi Penyakit Global, Perhatikan Ciri-cirinya!

Surabaya (TintaSantri.com) – Dua tahun berlalu, dunia berdampingan dengan penyakit Covid-19. Kali ini ada penyakit baru bernama Cacat Monyet yang sedang ramai diperbincangkan. Bahkan, penyakit ini resmi ditetapkan sebagai darurat kesehatan global atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) dengan tingkat alarm tertinggi.

Cacar monyet alias monkeypox adalah penyakit menular virus langka yang disebabkan oleh hewan (virus zoonosis). Monyet adalah inang utama virus monkeypox. Makanya, nama penyakit ini adalah monkeypox.

Berdasarkan laporan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, penyakit ini telah menyebar di 75 negara dan wilayah dengan lebih dari 16.000 kasus. Inilah alasan mengapa cacar monyet menjadi penyakit global darurat.

Jika ditelusuri lebih dalam, ternyata monkeypox lebih rentan beredar pada kelompok pria yang berhubungan seks dengan pria dan yang sering berganti pasangan. Meski begitu, masyarakat dihimbau untuk tidak melakukan diskriminasi terhadap siapapun karena penularan cacar monyet.

Sebagai bentuk antisipasi, berikut ciri-ciri Cacar Monyet pada Manusia. Gejala cacar monyet memiliki dua masa, yaitu masa invasi (0-5 hari) dan masa erupsi.

0-5 Hari adalah Masa Invasi

Masa invasi yang menunjukkan gejala cacar monyet adalah demam tinggi, sefalgia berat, limfadenopati, mialgia, dan astenia. Sedangkan di ketiak atau selangkangan terdapat nyeri otot seperti pegal-pegal. Biasanya, inkubasi monkeypox terjadi selama 5-13 hari atau hingga 21 hari. Jadi ada 2 periode invasi hingga 5 hari.

1-3 hari memasuki periode erupsi

Pada masa erupsi, ciri cacar monyet yang muncul adalah ruam pada kulit. Biasanya gejala tersebut paling sering terjadi pada wajah sebesar 95 persen, pada telapak tangan dan kaki 75 persen, kemudian pada mukosa 70 persen, alat kelamin 30 persen, dan selaput lendir mata 20 persen.

Mengenai waktu penyembuhan penyakit cacar, penyakit ini dapat sembuh sendiri dalam waktu 2 sampai 4 minggu setelah melewati masa inkubasi. Meski tidak tergolong parah karena bisa sembuh dengan sendirinya, namun menjaga kebersihan dan pencegahan penyakit ini perlu dilakukan dengan baik. (PRD/ian)


artikel berita ini telah tayang di Berita Jatim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *