Peringati Hari Mangrove Sedunia, Komunitas Karbon Biru Tanam 1000 Bibit dan Serukan Pentingnya Bakau

Surabaya (TintaSantri.com) – Menyerukan pentingnya mangrove, Blue Carbon Community menanam 1000 pohon pada Hari Mangrove Sedunia, Selasa (26/7/2022). Penanaman dilakukan di kawasan Mangrove Bosem, Surabaya.

“Kampanye utama kami adalah #BerbirukanIndonesia. Aksi nyata dan unik dilakukan agar semakin banyak orang yang peduli dan peduli dengan gerakan ini,” ujar Yulia Ratnasari, Pendiri Karbon Biru.

Yulia mengatakan, sektor kesehatan menjadi fokus utama selama pandemi. Isu lingkungan tidak terlalu diperhatikan.

“Faktanya, faktor pendorong perubahan iklim yang “mengikis” bumi tidak berhenti,” kata Yulia.

Oleh karena itu, Yulia menggagas komunitas ini ketika menyadari betapa pentingnya ekosistem mangrove ini sebagai paru-paru dunia. Apalagi Indonesia memiliki posisi penting untuk mempertahankan bahkan mengembangkannya.

“Pohon mangrove bisa menyimpan karbon hingga 10 kali lipat dibanding pohon biasa,” ujarnya.

Sehingga penyerapan emisi karbon dioksida oleh hutan mangrove lebih efektif daripada hutan hujan atau hutan gambut. Laju perubahan iklim akibat emisi karbondioksida yang membuat bumi semakin panas dapat ditekan oleh hutan mangrove Indonesia yang memiliki luas setara dengan 23% hutan mangrove dunia, jelasnya.

Yulia bersama Maria Setianie, Nikita Zeptiany, dan Eleonora Linawati dari Indonesia memprakarsai Carbon
Biru adalah organisasi nirlaba internasional yang fokus pada hutan mangrove dan padang lamun serta pemberdayaan masyarakat pesisir. Ia juga dibantu oleh teman-temannya dari Brazil, Meksiko dan Pakistan.

“Carbon Biru melakukan gerakannya berdasarkan ilmu dan metode, melibatkan dan melindungi masyarakat pesisir, dan memberdayakan ekonomi mereka. Blue Carbon juga membuktikan bahwa anak muda Indonesia sangat peduli dengan alam di negaranya,” kata Yulia.

Bahkan saat ini, tambah Yulia, Karbon Biru Chapter Indonesia sudah memiliki 53 relawan dari Sumatera hingga Ambon. Jadi mereka membentuk apa yang mereka sebut komunitas biru.

“Karbon Biru memilih kota Surabaya sebagai tempat penanaman pertama karena Surabaya dikenal dengan kekayaan varietas mangrove yang ditanam, pengembangan penelitiannya dan akan dikembangkan menjadi kebun raya mangrove.
pertama di Indonesia,” kata Maria.

Carbon Biru berpartisipasi dengan menanam bibit mangrove di Ekowisata Mangrove Wonorejo, salah satu ekowisata di Surabaya. Pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas di Ekowisata Mangrove di Surabaya, yang saat ini berada di Wonorejo dan Gunung Anyar.

“Kami dibimbing oleh WWF Belanda dan mendapat dukungan dari Dekade Kelautan PBB UNESCO. Carbon Biru percaya bahwa keberlanjutan dan pertumbuhan ekonomi bukanlah hal yang bertentangan, tetapi dapat dan harus saling mendukung,” kata Yulia.

Areal baru 1000 bibit yang akan tumbuh ini nantinya akan dikembangbiakkan dengan ikan, kepiting, dan kerang menggunakan metode kolam silvofishery atau Associated Mangrove Aquaculture. “Tentu ini semua dilakukan bersama masyarakat sekitar,” kata Yulia. [way/but]


artikel berita ini telah tayang di Berita Jatim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *