Polsek Sukolilo Borgol Sindikat Pencuri Tas Pengunjung di Mall Surabaya

Surabaya (TintaSantri.com) – Anggota Bareskrim Polres Sukolilo memborgol 4 pelaku sindikat pencuri tas di Mall Surabaya.

Dari empat tersangka yang ditangkap, tiga di antaranya perempuan. Mereka adalah Zaenab (53), Nunung (43), dan Susan (47). Sementara itu, satu orang, Harri (46) juga terlibat dalam komplotan tersebut.

Kapolsek Sukolilo, Kompol Muhammad Sholeh mengatakan, ketiga wanita dan seorang pria diamankan saat melintas menggunakan layanan taksi online di area pintu keluar tol Banyu Urip.

Dari hasil pemeriksaan petugas, empat tersangka mengaku telah mencuri tas milik pengunjung supermarket buah di Jalan Ir Soekarno/MERR, Minggu (24/7/2022) siang.

“Kami mendapat laporan dari korban yang tasnya dicuri oleh komplotan ini. Dari laporan tersebut, kami melakukan olah TKP untuk mendapatkan barang bukti. Termasuk rekaman CCTV (closed circuit television) yang merekam aksi tersebut,” kata Sholeh, Jumat (29/7/2022).

Sholeh menambahkan, ada satu orang yang saat ini masih buron dan sedang diburu anggotanya. Dia adalah BN yang diduga kabur ke luar kota. “Isi rombongan 5 orang, satu masih buron dan kita kejar,” tambah Sholeh.

Dalam menjalankan aksinya, kelima anggota tersebut memiliki peran yang berbeda. Saat memasuki supermarket/mall mereka akan langsung menyebar dan mencari pengunjung yang membawa tas. Mereka juga bisa membedakan tas mana yang berisi barang berharga dan mana yang tidak.

“Tersangka Nunung bertugas menghalangi pandangan korban dengan menggunakan tas belanja. Setelah korban tidak bisa melihat, tersangka Zaenap ditugaskan untuk mengambil tas tersebut. Di dekat lokasi, tersangka adalah Susan dan Herry yang bertugas memantau situasi di sekitar,” kata Kapolsek Sukolilo, Kompol M Sholeh.

Sholeh menambahkan, tersangka Zaenap adalah residivis kasus pencurian dan divonis 3 bulan penjara, tersangka Nunung residivis kasus pencurian tahun 2021 dan divonis 10 bulan penjara dan tersangka Susan residivis kasus pencurian. kasus pada tahun 2021 dan divonis 8 bulan penjara.

Di depan penyidik, keempatnya kompak mengaku baru dua kali melakukan aksinya. Mereka mengatakan terpaksa karena tidak memiliki pekerjaan tetap.

“Dijual untuk kebutuhan sehari-hari, Pak,” kata Zaenab.

Untuk perbuatan tersangka, pasalnya tersangka pencurian dengan bobot 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara. (the/ted)


artikel berita ini telah tayang di Berita Jatim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *