Ribuan Anak di Gresik Putus Sekolah

Gresik (TintaSantri.com) – Fasilitas pendidikan formal bukan satu-satunya yang mengangkat harapan anak-anak untuk mencapai impiannya. Sebab, tak sedikit dari mereka bahkan putus sekolah. Hal ini terjadi di Kabupaten Gresik. Berdasarkan data di lapangan, ada 1.892 anak di wilayah Gresik yang terpaksa putus sekolah karena faktor ekonomi.

Dari jumlah tersebut, 8 anak putus sekolah dasar (SD), 431 anak setingkat SMP, dan 1.093 siswa SMA.

Untuk meminimalisir angka putus sekolah, tim penggerak PKK Kabupaten Gresik bersama dengan Dinas Pendidikan, Dinas KBPP, Dinas Komunikasi dan Informatika, dan Dinas Sosial Kabupaten Gresik membuat Program Paket Mengejar Putus Sekolah atau disingkat ‘Jaketku’.

Program tersebut menyasar anak-anak Gresik yang putus sekolah, dengan tujuan mendapatkan kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan mereka yang tertunda. “Kami akan memfasilitasi mereka yang putus sekolah untuk mendapatkan akses, dan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan melalui proses melalui ujian. Jadi dapat ijazah,” kata Ketua TP PKK Gresik, Nurul Harmaini, Senin (25/7/2022).

Masih menurut Nurul Harmaini, melalui program ini, selain membantu kualitas pendidikan anak, secara tidak langsung juga akan menaikkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Berdasarkan data BPS tahun 2021, IPM Gresik adalah 76,50, peringkat 72 dari 514 kabupaten/kota di Indonesia atau peringkat 8 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. IPM dipengaruhi oleh lama sekolah yang diharapkan dan rata-rata lama sekolah. sekolah,” jelasnya.

Ide Jaket saya muncul ketika Tim Mobilisasi (TP) PKK Gresik turun ke desa dan menemukan banyak anak yang belum menyelesaikan pendidikannya. Atas dasar itu, program ini diterapkan sebagai jalur
pendidikan nonformal yang difasilitasi oleh pemerintah bagi siswa yang tidak belajar melalui sekolah. [dny/kun]


artikel berita ini telah tayang di Berita Jatim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *