Sehat dari Campak adalah Hak Anak Indonesia

Setiap Pada tanggal 23 Juli, Indonesia memperingati Hari Anak Nasional. Hari ini merupakan bentuk upaya negara untuk selalu berada di garda terdepan dalam memberikan penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak-hak sipil anak sebagai generasi penerus bangsa.

Sebagai kilas balik, 23 Juli dipilih sebagai Hari Anak Indonesia karena penyesuaian dengan tanggal berlakunya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. Secara rinci, Undang-Undang tersebut diundangkan pada tanggal 23 Juli 1979. Tanggal pemilihan ditetapkan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 19 Juli 1984 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1984.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mewujudkan upaya menjamin hak-hak anak sebagai penerus bangsa. Salah satu cara yang paling signifikan dan krusial yang dapat dilakukan adalah melalui aspek kesehatan. Sebagai contoh empiris, Indonesia merupakan salah satu negara dengan kasus campak terbanyak. Menurut data InfoDATIN Kementerian Kesehatan RI tahun 2018, kasus campak di Indonesia semakin meningkat meskipun angka imunisasi yang diberikan pemerintah sangat masif.

Berdasarkan hal tersebut, Hari Anak Indonesia saat ini seharusnya dapat menjadi waktu untuk lebih menumbuhkan kesadaran akan masa depan dan status jaminan kesehatan bagi generasi penerus bangsa Indonesia, terutama dari bahaya campak.

Gejala
Mengetahui gejala campak sangat penting. Beberapa gejalanya berupa demam tinggi. Demam pada anak memiliki suhu lebih dari 38 derajat C dan berlangsung selama 3 hari atau lebih. Tidak hanya itu, anak juga mengalami batuk, mata merah, pilek, mata berair, dan bercak merah (ruam).

Perlakuan
Selain itu, orang tua juga harus mawas diri dalam mengetahui pengobatan penyakit campak. Tiga langkah utama sebagai tips dalam merawat anak yang menderita campak. Orang tua harus memastikan bahwa anak-anak mereka mengkonsumsi air yang cukup untuk mencegah dehidrasi. Anak-anak juga harus diberikan waktu istirahat yang cukup untuk menghindari paparan sinar matahari yang berlebihan karena mata mereka cenderung sensitif terhadap cahaya. Ketiga, anak harus diberikan obat penurun demam serta pereda nyeri dan nyeri.

Jadi, melalui Hari Anak Indonesia ini, setiap dari kita dapat menjadi agen perubahan dalam mengupayakan kesejahteraan anak dalam mencapai haknya untuk sehat.

dr. Dinda Yuliasari
Dokter Umum RS Wates Husada Gresik


artikel berita ini telah tayang di Berita Jatim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *