STIT Al Fattah dan Universitas Billfath Lamongan Gelar KKN Kolaboratif, Bangun Daerah Melalui Potensi Desa

Lamongan (TintaSantri.com) – STIT Al-Fattah dan Billfath University Lamongan menyelenggarakan Kuliah Kerja Nyata Bersama (KKN) Berbasis Participatory Action Research (PAR) serentak di 25 desa di 3 kecamatan di wilayah selatan Lamongan, yaitu Bluluk, Ngimbang, dan Sukorame.

Acara pemberangkatan dan penerimaan mahasiswa KKN dilakukan serentak di masing-masing kecamatan, Senin (18/7/2022) lalu. Kegiatan KKN ini merupakan implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Ketua STIT Al Fattah H. Nur Zaini, M.Si yang juga mewakili Rektor Billfath University mengatakan, KKN ini dilaksanakan selama 43 hari, mulai 18 Juli hingga 31 Agustus 2022.

Oleh karena itu, mahasiswa KKN ini diharapkan mampu menjaga nama baik almamater dan mampu berbaur dengan masyarakat dengan baik. Sehingga proses belajar dan pengabdian berjalan dengan baik.

“Mahasiswa harus menunjukkan perilaku yang baik, karena hal ini akan mempengaruhi penerimaan masyarakat terhadap peserta KKN dalam menjalankan programnya. Selain itu, mahasiswa juga akan lebih mudah dalam mengamati dan mengumpulkan data sebagai bagian dari program PAR,” ujar Nur Zaini.

Lebih lanjut Nur Zaini menjelaskan bahwa KKN yang digagas oleh STIT Al Fattah dan Billfath University ini merupakan bentuk implementasi dari MoU yang telah ditandatangani oleh kedua pimpinan universitas tersebut dalam rangka meningkatkan progresivitas kampus dalam menjalankan tugas Tri Dharmanya.

“KKN Kolaborasi ini bertujuan agar kedua perguruan tinggi ini terus berperan aktif dalam pembangunan masyarakat di Kabupaten Lamongan,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia KKN Khumaidi Abdillah menyampaikan bahwa KKN Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi wujud jangka menengah dan berkelanjutan dari program pengabdian kepada masyarakat oleh STIT Al Fattah dan Billfath University Lamongan. Sehingga KKN kali ini lebih terukur dengan pencapaian yang lebih konkrit dan berkelanjutan.

“Kampus ini harus memiliki desa binaan dengan program yang berkelanjutan. Untuk itulah 3 kecamatan tersebut menjadi fokus KKN kita tahun ini, karena potensi di 3 kecamatan tersebut cukup besar salah satunya adalah desa yang memiliki jejak sejarah di Kabupaten Lamongan dan berpotensi menjadi desa wisata sejarah, “jelasnya.

Panitia KKN Humas (Humas) Ali Fuad Hasyim, MH mengatakan, agar tujuan KKN ini dapat terwujud dengan baik, semua program KKN juga harus terkoneksi dengan baik, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa tempat tinggal mahasiswa. .

“Semua program KKN ini bisa berjalan dengan baik jika komunikasi di semua level berjalan dengan baik. Untuk itu, kami dari Humas panitia KKN sudah mengkomunikasikannya kepada semua pihak. Semoga KKN tahun ini bisa memberikan manfaat yang nyata,” ujarnya.

Sementara itu Pj Camat Sukorame Ahmad Kurniawan juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya KKN. Ia berharap mahasiswa KKN ini dapat membantu masyarakat untuk menggali segala potensi yang ada di desanya masing-masing.

“Sesuai dengan slogan ‘Sukorame Bangkit’, kami berharap hasil KKN Kolaborasi ini dapat membantu masyarakat Sukorame untuk mengembangkan potensi desa. Sukorame merupakan daerah terdepan dari Kabupaten Lamongan. Dulu dianggap daerah terdalam atau terpencil, tapi sekarang Sukorame harus bangkit menjadi daerah yang memiliki produk unggulan,” jelas Wawan, sapaan akrab Camat Sukorame.[riq/kun]


artikel berita ini telah tayang di Berita Jatim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *