Targetkan Menang Hattrik di 2024, PDIP Lamongan Terapkan ‘Komandante Stelsel’

Lamongan (TintaSantri.com) – Rapat DPC (Dewan Pimpinan Cabang) PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) Lamongan digelar di RM. Aqila, Kecamatan Deket, Senin (25/7/2022). Pertemuan ini digelar sebagai bagian dari konsolidasi kemenangan pemilu 2024.

Ketua DPC PDI Perjuangan Lamongan Husen mengatakan, pertemuan ini dihadiri pejabat dari 27 kecamatan di Lamongan. “Hari ini kami mengumpulkan direksi dari 27 kecamatan. Kami memberikan pemahaman tentang strategi pemenangan yang diputuskan dalam Rakernas kedua DPP PDI-P,” katanya kepada wartawan, Senin (25/7/2022).

Selain itu, pria yang pernah menjabat Ketua LP PCNU Lamongan Ma’arif ini menambahkan, PDIP Lamongan memilih realistis dalam menargetkan perolehan kursi pada Pilleg 2024, yakni 10 kursi di DPRD setempat. “Hasil rapat koordinasi DPD PDIP Jatim, kami diperintahkan menambah dua kursi lagi. Jadi dari 8 menjadi 10 kursi atau 20 persen. Ini target pencapaian minimal,” kata Husen.

Maka untuk memenuhi target tersebut, pada Agustus mendatang pihaknya akan mulai melakukan penyaringan calon Anggota Legislatif (Bacaleg). “Agustus nanti kita akan melakukan seleksi calon anggota legislatif, terkait dengan penyusunan persiapan calon kita, agar bisa memenuhi target penambahan kursi dan suara,” jelasnya.

Tak hanya menargetkan 10 kursi di DPRD setempat, Husen juga menegaskan pihaknya selalu siap memenangkan pemilu 2024, termasuk keberhasilan pasangan calon presiden dan wakil presiden yang diusung PDI-P.

“Pada Pilkada 2024, PDI-P menargetkan bisa meraih hattrick sebanyak 3 kali, termasuk di Kabupaten Lamongan. Strategi pemenangan yang akan kita terapkan adalah secara elektoral berdasarkan gotong royong atau konsep pemenangan Panglima Stelsel,” jelasnya.

Mengenai alasan pemilihan strategi, menurut Husen, hal ini karena pemilu harus dipimpin oleh partai, karena yang dilakukan saat ini adalah pemilu berbasis individu.

“Karena sejak Pemilu 1999 hingga saat ini, kita tidak ingin terus terbawa arus demokrasi liberal yang terlalu individualistis. Pemilu terbuka adalah pemilu untuk negara-negara liberal. Strategi gotong royong ini disintesa di Jawa Tengah dan terbukti kita mampu meraih kemenangan, baik di Kabupaten/Kota maupun Provinsi,” ujarnya.

Lebih lanjut, saat ditanya mengenai posisi Saim, mantan ketua DPC PDI Perjuangan Lamongan itu, Husen dengan tegas menjawab bahwa Saim masih sah sebagai kader partai yang juga memiliki hak yang sama untuk mencalonkan diri di berbagai caleg pada 2024.

“Pak Saim masih kader PDI-P, masih punya hak yang sama sebagai kader, jadi tetap punya hak dan kewajiban seperti kader lainnya,” pungkasnya. [riq/suf]


artikel berita ini telah tayang di Berita Jatim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *