Tersisa 1 Kecamatan di Lamongan yang Zero PMK

Lamongan (TintaSantri.com) – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Lamongan telah menyebar di 26 kecamatan dari 27 kecamatan di Lamongan. Artinya hanya ada satu kecamatan yang tidak memiliki PMK, yaitu Kecamatan Karangbinangun.

Kemudian dari 26 kecamatan tersebut, setidaknya ada sekitar 2.300 ekor sapi yang terjangkit. Sebanyak 25 ekor sapi mati dan beberapa di antaranya disembelih secara paksa.

“Data harian PMK sebanyak 160 desa di 26 kecamatan dengan sekitar 2.300 sapi terinfeksi PMK,” kata Bupati Yuhronur usai workshop dan simulasi penanganan wabah PMK yang berlangsung di Aula Lokatantra Lamongan, Senin (25/5). 7/2022) hari ini. .

Menanggapi hal tersebut, Bupati Yuhronur mengatakan bahwa Lamongan telah mengawal penuntasan virus PMK melalui berbagai kegiatan, mulai dari penutupan sementara pasar hewan, penyuntikan antibiotik, pemberian vaksinasi, check point di seluruh desa dan kelurahan.

Selain kegiatan tersebut, lanjutnya, Lamongan juga menggelar workshop dan simulasi penanganan wabah PMK yang digelar hari ini.

“Kegiatan ini diadakan untuk memberikan edukasi kepada peternak di Lamongan agar tidak panik dan tepat saat menangani ternaknya yang terjangkit virus PMK sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam merespon permasalahan sosial yang terjadi,” jelasnya.

Workshop dan simulasi penanganan wabah PMK yang berlangsung di Aula Lokatantra Lamongan, Senin (25/7/2022) hari ini.

Tidak cukup, Yuhronur juga mengatakan bahwa kegiatan ini akan dilanjutkan dengan agenda pembukaan pasar hewan yang merupakan sentra ekonomi peternak di Lamongan. Namun, mengenai jadwal pastinya, kata dia, masih akan dikoordinasikan kembali dengan pertimbangan matang.

“Mengenai pasar hewan di Lamongan yang masih kami tutup, setelah kegiatan ini kami akan koordinasikan kembali dengan pihak OPD di Lamongan. Tentunya akan kami timbang dengan matang agar tidak menimbulkan kesalahan fatal yang merugikan peternak di Lamongan, “dia berkata.

Sementara itu, dokter hewan yang juga peneliti virus, Indro Cahyono, mengatakan PMK hanya bisa menular jika ada kontak langsung dengan hewan. PMK ini hanya menyerang hewan berkuku terbelah seperti sapi dan domba.

Lebih lanjut, menurut Indro, penularan PMK ini hanya bisa ditularkan melalui reseptor pada hewan. Sehingga hewan yang tidak memiliki reseptor tidak dapat menularkan, apalagi kepada manusia yang jelas spesiesnya berbeda.

“Pada dasarnya PMK ini tidak menyebabkan kematian, asal kita bisa menjaganya dengan baik. Kami bisa menyediakan disinfektan dengan pH rendah (kurang dari 5) dan membuat bubur yang berbahan dasar protein dan vitamin A, C, E,” jelas Indro.

Sebagai informasi, setelah pembekalan penanganan PMK juga dilakukan simulasi langsung terhadap hewan yang dipandu oleh ahlinya untuk mempraktekkan penyembuhan hewan terinfeksi PMK dengan baik dan benar.

Selanjutnya, Lamongan juga akan menerbitkan buku panduan penanganan PMK yang akan disebarluaskan ke seluruh masyarakat. Seperti diketahui, Lamongan menjadi kabupaten pertama yang melaporkan adanya kasus PMK di Jawa Timur pada 1 Mei lalu. [riq/but]


artikel berita ini telah tayang di Berita Jatim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *