Bambang Langlang Buana Reses, Masyarakat Minta Perbaiki Jalan Setapak.

Bambang Langlang Buana Reses, Masyarakat Minta Perbaikan Jalan Setapak

NAMA | TintaSantri.com– Anggota DPRD Kabupaten Buru dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bambang Langlang Buana, mengambil masa reses untuk menutup masa sidang 2022 di Nametek Tanjung Kampung Buton, Desa Namlea, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru.

Saat reses, masyarakat meminta agar jalan setapak dan drainase dibangun pada 2023.

Permintaan itu disampaikan masyarakat kepada Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buru, Bambang Langlang Buana.

“Ada beberapa pihak yang sudah menyampaikan aspirasinya untuk diperjuangkan Bambang Langlang Buana, agar bisa masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2023, antara lain jalan setapak dan drainase.

Sementara itu, pemerataan UMKM agar warga Nametek Tanjung Kampung Buton dapat tertampung di Pasar Inpres Namlea dan peningkatan dana Alokasi Dana Desa (ADD) Namlea sehingga gaji guru honorer PAUD dan TK di Desa Namlea dapat meningkat.

Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD dari daerah pemilihan I mengatakan, masa reses adalah masa dimana DPRD melakukan kegiatan sidang di luar gedung DPRD. Pada masa reses, para anggota dewan ini berkesempatan bertemu dan bertemu dengan konstituen di daerah pemilihan atau daerah pemilihannya masing-masing.

“Reses ini untuk mendapatkan isi APBD, jadi APBD 2023 yang kita bicarakan hari ini harus diperjuangkan untuk masuk dalam program prioritas di tahun berikutnya. Usulan ini akan kita perjuangkan menjadi program prioritas. karena proposalnya cukup banyak, jadi harus kita perjuangkan dan jaga agar yang terpenting harus masuk dalam APBD,” kata Bambang.

Ketua Fraksi PPP DPRD Kabupaten Buru mengungkapkan, kanal dan jalan setapak yang ada saat ini merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang perlu diwaspadai ke depan.

“Masih lebih berat dengan gorong-gorong dengan jalan setapak yang umurnya sekitar 20 tahun,” kata Bambang.

Perwakilan rakyat dari Partai Ka’bah meminta masyarakat untuk tidak menghalangi pekerjaan ke depan, agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai dengan apa yang diusulkan masyarakat dalam forum ini.

“Saya juga meminta kesadaran masyarakat agar tidak diperjuangkan, lalu tiba-tiba pekerjaan terhambat lagi atau mengeluh sana-sini terkait masalah tanah. Hal-hal seperti itu harus dihilangkan karena jalan ini kami buat untuk kepentingan masyarakat di Nametek Tanjung,” ujarnya.

Untuk itu, mantan Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Buru itu menambahkan, pihaknya sudah memanggil masyarakat untuk mengukur jalur di Nametek Tanjung Kampung Buton.

“Lalu saya juga meminta teman saya yang juga kontraktor untuk mengukur jalan di desa Nametek Tanjung kurang lebih 380 meter, karena itu Pak Pou juga pernah memberi tahu saya, Pak RT juga sudah sampai di rumah, ada beberapa orang. siapa yang datang. soal jalan. Jadi saya masih akan membahasnya, tapi saya tidak bisa menjamin itu harus dilakukan, tapi kami akan berusaha menjaganya,” pungkasnya.

artikel berita ini telah tayang di bratapos.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *