Diduga Rehabilitasi Peningkatan Jaringan Irigasi Desa Pancamukti Terkesan Asal Jadi

Diduga Rehabilitasi Peningkatan Jaringan Irigasi Desa Pancamukti Terkesan Asal Jadi

Sumatera Selatan || Bratapos com – Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Sumber Daya Air Wilayah Sungai Sumatera Tengah VIII. Melalui Program P3_TGAI. memiliki dua tujuan yaitu meningkatkan kinerja irigasi yang menjadi kewenangan kabupaten/kota dan desa. Kemudian untuk kesejahteraan dan perekonomian petani lokal, serta berkontribusi terhadap ketahanan pangan.

“Tujuan selanjutnya dari kegiatan ini adalah menumbuhkan partisipasi petani dalam perbaikan dan peningkatan jaringan irigasi sesuai kebutuhan masyarakat,”

Setiap penerima P3_TGAI akan mendapatkan bantuan sebesar 195 juta per lokasi untuk setiap pelaksanaan rehabilitasi jaringan dan/atau pembangunan jaringan irigasi yang dilakukan atau diproduksi oleh P3A, GP3A, atau atas nama lain secara swakelola dan tidak boleh dibagikan oleh pihak ketiga.

Dari penelusuran media dan Dpd Sumsel, Aliansi Indonesia di lapangan. Pelaksanaannya tidak sesuai dengan keputusan Menteri PUPR yang salah satunya terjadi di Desa Panca mukti, Kecamatan Muara Telang dengan tuduhan penyunatan anggaran hingga pengerjaannya dilakukan oleh pihak ketiga.

Saat dihubungi melalui telepon seluler, ketua panitia P3A, Suswanto. Jumat (3/8/2022) Disebutkan, dana rehabilitasi untuk perbaikan jaringan irigasi tersebut berjumlah 120 juta, namun dana tersebut hanya diberikan oleh pihaknya sebesar 90 juta. Saat ditanya tentang sisa 30 juta, dia menjelaskan bahwa 30 juta itu digunakan untuk dokumentasi dan pengurusan izin desa,” katanya kepada media.

Kepala Desa Pancamukti melalui sambungan seluler. Arfan, Sabtu. (6/8/2022) Tegas membantah menerima dana dari Pak Suswanto untuk pemberian izin rehabilitasi perbaikan jaringan irigasi. Dia tidak menerima uang sepeser pun, bahkan dia menyayangkan pekerjaan yang seharusnya diperdalam tetapi dilakukan dengan pelebaran sungai. Apalagi pekerjaan ini dikelola sendiri. Petani yang menggunakan air dari Desa Pancamuktila yang harus menggarap rebab saluran irigasi, bukan dari warga desa lain,” katanya.

Saat dimintai tanggapan atas temuan bersama ini, Ketua DPD Sumsel, Aliansi Indonesia. Samsudhn djoesman mengatakan, dugaan penyunatan anggaran hingga pengerjaan pihak ketiga dalam rehabilitasi perbaikan jaringan irigasi di Desa Pancamukti sangat jelas. Mulai dari nilai anggaran 195 juta per lokasi untuk setiap pekerjaan dikurangi PPh/PPN dan biaya notaris, tentu bisa kita hitung nilainya bersama-sama, tapi hanya 90 juta yang diberikan kepada pekerja.

Oleh karena itu, Dpd Sumsel, Aliansi Indonesia, akan mengadukan temuan ini ke Kejari Banyuasin dan Polres Banyuasin karena ada dugaan khitanan anggaran dan penyimpangan di RAB dalam rehabilitasi perbaikan jaringan irigasi,” tegasnya.

artikel berita ini telah tayang di bratapos.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *