Kasus Brigadir J, Kapolri: Tidak Ditemukan Fakta Tembak Menembak

Kasus Brigadir J, Kapolri: Tidak Ditemukan Fakta Tembak Menembak

Jakarta (TintaSantri.com) – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melalui konferensi pers mengatakan tidak ada insiden penembakan antara Bharada E dan Brigadir J di rumah Irjen Ferdy Sambo pada Jumat (8/7/2022). Hal ini membantah kronologis tewasnya Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat yang disampaikan polisi di awal kejadian.

“Itu tidak ditemukan, saya ulangi, tidak ada fakta kejadian penembakan seperti yang diberitakan sebelumnya,” kata Kapolri seperti dikutip dari Facebook Divisi Humas Polri, Selasa (9/8/2022).

Merujuk pada temuan tim khusus (timsus) Polri, peristiwa yang terjadi di rumah Ferdy Sambo adalah penembakan Brigadir J. Saat itu, Bharada E alias Richard Eliezer diperintahkan Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J.

“Tim khusus menemukan bahwa kejadian yang terjadi adalah penembakan terhadap Saudara J yang mengakibatkan tewasnya Saudara J, yang dilakukan oleh Saudara RE (Richard Eliezer) atas perintah Saudara FS (Ferdy Sambo),” kata Jenderal Sigit lebih lanjut.

Usai penembakan terhadap Brigadir J, kata Kapolri, Sambo menembakkan pistol Brigadir J ke tembok-tembok di kawasan TKP agar seolah-olah terjadi baku tembak. Kini, Sambo telah ditetapkan sebagai tersangka baru dalam kasus penembakan tersebut.

Kasus kematian Brigadir J pertama kali dibawa ke publik oleh polisi pada Senin (11/7/2022). Mabes Polri menjelaskan, Brigadir J merupakan anggota Bareskrim Polri yang diperbantukan di Propam sebagai sopir Ferdy Sambo. Sedangkan untuk Bharada E adalah anggota Brimob yang diperbantukan sebagai asisten garda pribadi Ferdy Sambo. [dan/suf]


artikel berita ini telah tayang di TintaSantri.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *