Makna dan Isi Doa Bapa Kami Sebagai Pedoman Berdoa

Makna dan Isi Doa Bapa Kami Sebagai Pedoman Berdoa

Surabaya (TintaSantri.com) – Dalam agama Kristen, doa didefinisikan sebagai cara manusia berkomunikasi dengan Tuhan. Doa juga disebut sebagai nafas iman manusia akan keberadaan Tuhan. Dan Doa Bapa Kami diajarkan oleh Tuhan sebagai pedoman dasar bagi manusia ketika berkomunikasi dengan Yang Maha Kuasa.

Doa Bapa Kami dalam bahasa Inggris disebut The Lord’s Prayer, sedangkan dalam bahasa Latin adalah Pater Noster. Doa ini pertama kali diucapkan dan ditulis dalam Alkitab dalam Perjanjian Baru dalam Injil Matius 6:9-13, dan doa serupa juga ditemukan dalam Lukas 11:2-4. Doa ini diajarkan oleh Yesus sendiri kepada murid-muridnya. Saat itu Yesus sedang mengkhotbahkan 8 Sabda Bahagia kepada kedua belas murid-Nya di sebuah bukit di kota Yerusalem.

Dalam kedua Injil, Doa Bapa Kami ditulis sedikit berbeda. Dalam Injil Matius, Doa Bapa Kami disebut sebagai doa berbasis jemaat. Sedangkan dalam Injil Lukas, doa ini lebih singkat dan ditujukan sebagai doa pribadi. Namun tidak mengurangi maknanya.

Mengutip buku Doa Bapa Kami Bukan Sekedar Doa Liturgi karya Jonar S., Doa Bapa Kami adalah bagian dari khotbah Tuhan Yesus di atas bukit. Doa Bapa Kami diajarkan oleh Yesus Kristus kepada murid-murid-Nya sebagai panduan doa.

Yesus mengkhotbahkan ajaran-Nya di atas bukit agar banyak orang dapat mendengarnya. Bukit itu dibuat seperti mimbar agar banyak orang bisa berkumpul dan ajaran-Nya bisa menyentuh setiap kelompok.

Oleh karena itu, Doa Bapa Kami sebenarnya bukan sekedar hafalan yang diturunkan dari gereja pertama sampai sekarang. Doa Bapa Kami perlu dipahami lebih dalam agar dapat dijadikan patokan dan pola doa yang benar.

Isi Doa Bapa Kami:

Bapa kami yang di surga,
Dikuduskanlah nama-Mu,
kerajaanmu datang,
jadilah keinginanmu
di bumi seperti di surga.

Berikan kepada kami hari ini
cukup makanan untuk kita
dan ampunilah dosa kami
kami, karena kami juga memaafkan
orang yang bersalah kepada kita
dan jangan bawa kami ke
dalam pencobaan,
tapi lepaskan kami dari
yang jahat.

[Karena Engkaulah yang empunya
Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan
sampai selama-lamanya. Amin.] (dae/ian)


artikel berita ini telah tayang di TintaSantri.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *