Menjelang HUT Kemerdekaan, Pemuda Drien Rampak, TNI Polri Unjuk Pemasangan Seribu Bendera

Menjelang HUT Kemerdekaan, Pemuda Drien Rampak, TNI Polri Unjuk Pemasangan Seribu Bendera

Meulaboh || TintaSantri.com – Dalam rangka memeriahkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), puluhan pemuda memasang ribuan bendera merah putih di sepanjang Jalan Gajah Mada, Desa Drien Rampak, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat , Senin, 8 Agustus 2022 malam.

Berdasarkan sejarah, diketahui bahwa masyarakat Indonesia tentunya tidak luput dari ingatan bahwa tanggal 17 Agustus adalah hari dimana proklamator Soekarno didampingi oleh Mohammad Hatta memproklamasikan hari kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945 di Jakarta Pusat.

Hal ini ditandai dengan diplomasi bersenjata, berperang melawan pasukan Belanda untuk revolusi nasional Indonesia, sehingga negara kolonial mengakui kemerdekaan Indonesia, meskipun empat tahun setelah membaca teks proklamasi tahun 1949, Belanda tetap menerima 17 Agustus 1945 sebagai Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Jika mengacu pada sejarah ini, maka penting bagi masyarakat untuk merayakan HUT Republik Indonesia setiap tahun, mengibarkan bendera kebanggaan bangsa dengan berbagai kegiatan.

“Hal ini penting untuk dilakukan, dan tentunya masyarakat Indonesia tidak pernah lupa untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.”, ujar Ketua Panitia, Ir. Rahmatullah ST. M. Ling

Selain itu, para pemuda yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Gampoeng Drien Rampak (IPGDR) itu, kata dia, juga akan melakukan kegiatan bermanfaat jelang peringatan hari kemerdekaan, seperti lomba festival anak soleh, turnamen catur, dan lain-lain bertema. “IPGDR 1000 bendera untuk negara, cepat pulih, bangkit lebih kuat,” kata Rahmat.

Ketua Pemuda Desa Drien Rampak, Zulkarnaini, SE,. Disebutkan, gerakan pemasangan seribu bendera itu dilakukan di beberapa titik lokasi. Pengibaran bendera merah putih di seluruh penjuru mulai dari simpang empat hingga simpang empat rundeng, jalan Sisingamangaraja dan sekitar desa setempat.

Kemudian, kata dia, gerakan yang dilakukan puluhan pemuda itu murni dari program IPGDR itu sendiri. Namun demikian, efektivitas kegiatan tersebut memerlukan dukungan dari TNI dan Polri yang terdiri dari Banbinsa dan Babinkamtibmas.

“Ini momen yang sangat penting untuk melakukan dan menggelar berbagai kegiatan, tetapi juga norma sosial dalam mengenang sejarah dan mengenang jasa para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan,” ujarnya.

Ia juga berharap seluruh pemuda Kabupaten Aceh Barat dapat berpartisipasi dalam berbagai kegiatan untuk memeriahkan 17 Agustus 2022.

“Memang ini sudah mendekati momen politik, jangan berpuas diri, pemuda harus mengambil peran untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat dan tetap semarak dengan mengibarkan bendera merah putih di setiap sudut desa.” tutup.

artikel berita ini telah tayang di bratapos.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *