Miris, Pria Usia 43 Tahun, Cabuli Mahasiswa Wanita Usia 19 Tahun

Miris, Pria Usia 43 Tahun, Cabuli Mahasiswa Wanita Usia 19 Tahun

Sidoarjo || TintaSantri.com – Berawal dari kenal dengan seorang wanita di media sosial, dan tersangka juga mengaku sebagai anggota Polsek Reserse Narkoba Polda Jatim, tersangka RK sempat bertemu dan berkomunikasi dengan korbannya MT, kemudian sebelum mengenal korban MT , tersangka melanggar Pasal 6 KUHP ayat C UURI no. 12 Tahun 2022 tentang Kejahatan Seksual, Tempat di Penginapan. Waktu dan kejadian pada tanggal 25 Juli 2022, pukul 13.00 WIB di sebuah kamar penginapan di Kabupaten Sidoarjo.

“Korban kali ini berinisial MT, perempuan, 19 tahun, pekerjaan pelajar, alamat Sidoarjo. Sedangkan tersangka berinisial RK, laki-laki, 43 tahun, pegawai swasta (pekerja pabrik), beralamat di Kabupaten Mojokerto.

Kecabulan semakin banyak terjadi akibat tipu muslihat tersangka RK mengelabui korban dengan mengaku sebagai polisi yang bertugas di Polda Jatim dan berstatus duda, maka untuk kata kata yang muncul dari tipu muslihat tersangka bisa melakukan persetubuhan dengan korban, padahal pekerjaan tersangka adalah pegawai swasta (pegawai). pabrik) dan memiliki seorang istri dan 2 orang anak.

Seluruh anggota Satreskrim Polres Sidoarjo berhasil mengamankan barang bukti, 1 buah hijab warna coklat, 1 buah sweeter putih, 1 buah kaos putih lengan pendek, 1 buah bra warna krem, 1 buah celana jeans panjang biru muda. rok, 1 buah celana dalam warna pink, 1 buah daster print floral abu-abu, 1 buah HP merk Oppo Type A71 warna Rose Gold.

Berawal dari kenal pada Mei 2022, korban dan tersangka berkenalan melalui media sosial, kemudian pelaku dan korban berkomunikasi dan tersangka mengaku kepada korban bahwa dirinya adalah seorang polisi yang bertugas di Polda Jatim dan juga mengaku sebagai duda. (sebenarnya tersangka memiliki istri dan 2 orang anak) dan akhirnya timbul dari tipu muslihat korban ingin berhubungan dengan pelaku.

Akhirnya pada hari Minggu tanggal 17 Juli 2022 tersangka menjemput korban dan membawa korban ke sebuah penginapan di Tretes Kabupaten Pasuruan, sesampainya disana tersangka yang mengaku sebagai polisi berstatus duda bisa melakukan hubungan badan dengan korban. korban, selain itu korban juga dijanjikan akan menikah setelah lulus kuliah.

Selanjutnya pada hari Senin tanggal 25 Juli 2022 tersangka kembali menjemput korban di rumahnya dan berpamitan dengan orang tua korban dan hendak mengantar korban ke kampus, namun ternyata tersangka membawa korban ke penginapan di Kabupaten Sidoarjo, dimana tersangka kembali melakukan hubungan seksual layaknya suami istri dengan korban. berjanji akan menikahi korban setelah lulus kuliah, dan tersangka mengaku sebagai duda dan bekerja sebagai polisi yang bertugas di Polda Jatim.

Hasilnya, Visum Et Repertum korban menemukan bahwa “Robek hanya ditemukan di bagian bawah pada pukul tiga, sembilan dan sebelas. Ditemukan kemerahan pada perineum” kemudian penyidik ​​dari Unit PPA Satreskrim Polresta Sidoarjo melakukan proses penyidikan dan telah menetapkan RK sebagai tersangka dan saat ini menjalani penahanan di Rutan Polres Sidoarjo.

Dari pantauan tim, awak media mengatakan bahwa dia bermaksud berbohong untuk selamanya tetapi malah jatuh ke jurang yang dalam, tersangka sudah memiliki istri dan 2 (dua) anak, sekarang istri dan anak-anaknya menjadi korban kebiadabannya.

Kapolsek Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro SH SIK saat memimpin siaran pers menjelaskan, tersangka melakukan tipu muslihat dengan mengaku sebagai anggota polisi yang bertugas di Polda Jatim, dan mengaku sebagai duda sehingga korban ingin memilikinya. hubungan dengan tersangka dan ingin berhubungan badan dengan tersangka.

Kini tersangka dijerat dengan Pasal 6 Huruf C yang berbunyi “Setiap orang yang menyalahgunakan kedudukan, wewenang, kepercayaan, atau wataknya yang timbul dari penipuan atau hubungan keadaan atau memanfaatkan kerentanan, ketidaksetaraan atau ketergantungan seseorang, kekuatan atau dengan penipuan menggerakkan orang itu untuk melakukan kejahatan, atau membiarkan hubungan seksual atau perbuatan cabul dilakukan dengannya atau dengan orang lain.” diancam dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun, kata Kusumo.

artikel berita ini telah tayang di bratapos.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *