Persiapan Piala Dunia U-20, Pemkot Surabaya Terus Berupaya Hilangkan Bau di TPA Benowo

Persiapan Piala Dunia U-20, Pemkot Surabaya Terus Berupaya Hilangkan Bau di TPA Benowo

Surabaya (TintaSantri.com) – Menjelang pagelaran akbar Piala Dunia U-20, Pemkot Surabaya memasang geomembran dan terus mempercepat penanaman pohon di Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Benowo. Hal ini dilakukan untuk mencegah atau mengurangi bau dari limbah PLTSa Benowo.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Agus Hebi Djuniantoro memastikan pihaknya melakukan berbagai upaya untuk mencegah bau tak sedap akibat sampah di TPA Benowo.

Menurut dia, bau tersebut berasal dari fermentasi sampah di tempat tersebut. Fermentasi menghasilkan gas metana dan belerang, menyebabkan bau yang tidak sedap. “Jadi, agar tidak bau, kami melakukan berbagai hal agar nanti di Piala Dunia U-20 tidak bau,” kata Hebi di Surabaya, Senin (8/8/2022).

Pertama, Pemkot meminta pengelola PLTSa Benowo untuk menutupi tumpukan sampah dengan geomembran, agar gas yang dihasilkan sampah tidak keluar. Selama ini tumpukan sampah sudah ditutup dengan geomembran, namun sebagian sudah mulai sobek, sehingga sekarang sudah dirakit kembali dan ditutup.

“Hingga saat ini pekerjaan pemasangan geomembran sudah lebih dari 50 persen. Kami terus percepat dan kami targetkan awal September sudah selesai semuanya, semuanya sudah ditutup. Karena nanti akan ada pemeriksaan dari FIFA ke cek hasil karya ini. Apalagi kalau ditutup semua juga akan lebih estetis,” kata Hebi.

Kedua, Pemprov DKI juga meminta penambahan tangkapan metana. Jadi, di TPA ada pipa atau blower yang dipasang di bawah TPA yang disebut metana capture. Alat ini kemudian menangkap gas metana dari sampah kemudian mengolahnya di generator sehingga akhirnya bisa menjadi energi listrik. “Nah, itu yang kami minta untuk ditambahkan penangkapan metana agar lebih efektif lagi dalam menangkap gas metana,” ujarnya.

Ketiga, sampah pendatang atau harian diminta untuk disemprotkan terlebih dahulu oleh mikroorganisme untuk menyerap bau dari sampah baru tersebut. “Jadi begitu baru sampai di TPA langsung kita semprot bakteri mikroorganismenya, agar baunya tidak terlalu menyengat,” imbuhnya.

Keempat, jajaran Pemkot terus memperbanyak penanaman pohon di sekitar kawasan TPA. Sabuk hijau atau green belt ditanami berbagai macam pohon, mulai dari pohon bambu dan pohon besar lainnya. Penanaman juga dilakukan secara bertahap atau bertahap, sehingga nantinya pohon akan berbentuk tangga, dan sampah di TPA tidak terlihat dari jalan raya yang baru dibangun.

“Kami mempercepat penanaman pohon sejak bulan lalu, dan sekarang kami telah menanam lebih dari 3.500 pohon. Pepohonannya juga bermacam-macam, sehingga nantinya di area TPA akan terlihat sangat hijau, dan tidak lagi menjadi tumpukan sampah,” pungkas Hebi. [asg/suf]


artikel berita ini telah tayang di TintaSantri.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *