Sidang Perdana Kasus Penipuan Robot Trading Senilai Rp 1,2 Triliun

Sidang Perdana Kasus Penipuan Robot Trading Senilai Rp 1,2 Triliun

Surabaya (TintaSantri.com) – Sidang dugaan penipuan berkedok investasi penipuan dengan platform robot perdagangan Viral Blast Global yang mendudukkan tiga terdakwa untuk pertama kalinya digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (1/8/2022). Ketiga terdakwa itu adalah Minggus Umboh, Rizky Puguh Wibowo, dan Zainal Huda Purnama.

Sidang yang digelar di ruang Garuda 2 itu mengagendakan pembacaan dakwaan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya. Ada tiga jaksa yang mengadili kasus ini, yakni Suwarti, Darwis, dan Furkon Adi Hermawan.

Dalam dakwaan JPU terungkap perbuatan Terdakwa dilakukan pada awal tahun 2020 sampai dengan Januari 2022 atau paling tidak masih dalam kurun waktu tahun 2020 sampai dengan 2022 di Ruko Royal Residence No. 6 Desa Babatan Kecamatan Wiyung Kota Surabaya. Provinsi Jawa Timur dan juga di Hotel Shangrilla Surabaya, Hotel Double Tree Hilton Surabaya dan Bon Café Surabaya atau setidaknya di tempat yang masih dalam wilayah hukum Pengadilan Negeri Surabaya.

Ketiga terdakwa diketahui telah melakukan usaha curang dengan menerapkan sistem skema piramida dalam pendistribusian barang sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 (pelaku usaha distributor dilarang menerapkan sistem skema piramida dalam pendistribusian barang).

Akibatnya, ketiga terdakwa dijerat pasal 105 UU No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan jo. Pasal 5 ayat (1) ke 1 KUHP dan Dakwaan Pertama : Kedua : Pasal 378 KUHP jo. Pasal 5 ayat (1) sampai dengan 1 KUHP.

Dan dakwaan kedua, tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Usai persidangan, kuasa hukum korban, Andry Ermawan, mengatakan korban dalam kasus ini merugi hingga Rp 1,2 triliun. Anggota yang saat ini tergabung dalam paguyuban viral kompak yang diketuai Richo Suroso ini meminta para pelakunya dihukum seberat-beratnya dan dimiskinkan karena telah merugikan ribuan anggota dan seluruh harta kekayaan yang disita dan berada di berkas perkara senilai kurang lebih Rp. 50 miliar akan dikembalikan kepada para korban.

“Saya selaku PH akan mengawal kasus ini sampai tuntas,” kata Andry. [uci/but]


artikel berita ini telah tayang di TintaSantri.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *