Terapi Totok Api di Jombang; Pasien Berdebar, Tubuhnya Dibakar

Terapi Totok Api di Jombang; Pasien Berdebar, Tubuhnya Dibakar

Jombang (TintaSantri.com) – Ini disebut terapi totok. Metode pengobatan ini menggunakan api sebagai penyembuhan. Itu memang membuat jantung berdebar. Betapa tidak, bagian tubuh pasien itu dibakar. Bisa di belakang, bisa juga di kepala. Itulah yang dialami Sujik Priono (36) saat mengikuti pengobatan gratis di Musala Al Zahid, Dusun Kemendung, Desa Mojokambang, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang, Jawa Timur, Minggu (7/8/2022).

Sujik adalah salah satu pasien dalam acara ini. Dia datang kemudian, lalu mendaftar di meja panitia. Petugas menanyakan keluhannya, mengukur tekanan darahnya menggunakan alat. Alhasil, biasa saja. Sujik kemudian masuk ke ruang salat. Seorang terapis menyambutnya. “Saya selalu capek. Badan pegal-pegal,” kata Sujik menjelaskan keluhannya.

Suji menanggalkan pakaian. Terapis memijat tubuh pria gemuk ini untuk relaksasi. Selanjutnya, punggung Sujik diolesi minyak. Cairan tersebut kemudian dipipihkan dengan menggunakan alat berupa sisir yang terbuat dari tanduk kerbau. Tahap selanjutnya, terapis mengeluarkan mangkuk kecil yang terbuat dari plastik bening. Alat itu ditempelkan di punggung Sujik. Bekam juga dilakukan.

Bekam adalah terapi tradisional. Caranya, kulit dihisap menggunakan alat khusus. Tujuannya untuk memperlancar peredaran darah dan mengeluarkan ‘racun’ dari dalam tubuh. Dari mangkuk bening itu, terlihat darah di punggung Sujik mengalir perlahan. Setelah dirasa cukup, bekam selesai. Namun bukan berarti pengobatan tradisional ini berakhir.

Masih ada satu tahap lagi, yaitu bekam api atau totok terapi api. Terapis menutupi kepala Sujik dengan handuk. Cairan tertentu disemprotkan ke handuk. Sesaat kemudian saklar dihidupkan. Ayam jago merah berkobar di atas kepala Sujik yang tertutup handuk. Sekilas memang ekstrim. Namun, pasien tampak menikmati kehangatan api di kepalanya.

Sejumlah pasien yang menjalani perawatan

Api merah itu kemudian dipadamkan oleh terapis sambil memijat kepala pasien. Seolah memasukkan panas ke dalam pori-pori di kepala pria bertelanjang dada. Itu dilakukan berulang kali. Api membakar di kepala, lalu padam. Begitu seterusnya sampai terapi totok dianggap cukup. “Tidak sakit. Hanya terasa hangat di kepala. Malah badan terasa lebih enak,” ujarnya.

Usai menjalankan tugasnya, terapis dari GBJ (Guasha Bekam, Jawa Timur) Rozaq Ansori menjelaskan, bekam memang merupakan pengobatan alternatif yang masih digemari masyarakat. Tak terkecuali terapi bekam api atau totok api. Terapinya adalah untuk melancarkan peredaran darah. Saat sirkulasi darah lancar, tubuh terasa nyaman.

Terapi totok ini juga ditujukan untuk pasien dengan keluhan cold syndrome. Yakni, suatu kondisi yang menyebabkan beberapa area tubuh seperti jari tangan dan kaki terasa mati rasa atau mati rasa. Sindrom ini juga menyebabkan penderitanya mengalami sensasi dingin atau dingin yang cukup mengganggu. Nah, masalah pada pembuluh darah diduga menjadi salah satu pemicunya.

Dua pasien menerima perawatan dari terapis

“Memanaskan dengan api di titik tubuh tertentu adalah solusinya. Tujuannya agar darah bisa bergerak lebih lancar. Dengan begitu jantung bisa memompa darah ke seluruh tubuh tanpa hambatan. Seperti pasien (Sujik), kepalanya berat, sering migrain. Makanya kami lakukan terapi totok,” kata Rozaq saat ditemui usai acara.

Panitia pengobatan gratis di Musala Al Zahid, Kusni, mengatakan pengobatan gratis itu dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77. Sebanyak 100 orang mengikuti pengobatan gratis tersebut. Acara dimulai pada pagi hari dan berakhir pada sore hari.

Acara ini didukung oleh Frontone Ratu Hotel Nganjuk. Panitia juga menggandeng tim dari GBJ. Sedikitnya 15 terapis dikerahkan oleh GBJ dalam bakti sosial ini. “Alhamdulillah animo masyarakat cukup baik. Karena keterbatasan waktu, kami membatasi peserta hingga 100 orang. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung bakti sosial pengobatan gratis,” ujar Pengurus Ta’mir Musala Al Zahid di Dusun Kemendung. [suf]


artikel berita ini telah tayang di TintaSantri.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *